Imunisasi Difteri
Imunisasi Difteri

Mengapa Imunisasi Difteri Perlu Dilakukan oleh Pebisnis?

Posted on

Banyak negara di dunia, seperti mayoritas negara di Eropa serta Amerika, sudah bebas dari penyakit mematikan yang mempunyai nama difteri. Di Indonesia, difteri juga sukses dimusnahkan semenjak tahun 1990, sebab sebagian besar anak melakukan imunisasi difteri secara lengkap. Memiliki anak yang bebas difteri tentu saja tidak akan mengganggu produkivitas dalam bekerja atau berbisnis.

Imunisasi Difteri
Imunisasi Difteri

Sayangnya, wabah difteri tiba-tiba hadir kembali di sekian banyak provinsi di Indonesia semenjak tahun 2017. Lebih dari 900 anak terjangkit penyakit riskan ini, dan beberapa di antaranya mustahil diselamatkan. Salah satu penyebab utama dari kembalinya penyakit difteri ke Indonesia ialah karena tidak sedikit anak yang tidak menerima imunisasi difteri secara lengkap.

Hal itu memang ironis. Pasalnya, imunisasi difteri disediakan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Orang tua tak perlu mengeluarkan uang sama sekali untuk membawa anak ke dokter untuk mendapatkan imunisasi tersebut. Di samping itu, imunisasi difteri pun tersedia di mana-mana. Bukan hanya di rumah sakit, melainkan di klinik, di puskesmas, bahkan di posyandu.

Apa Bahaya Difteri?

Penyakit difteri adalah jenis infeksi menular yang diakibatkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Diawali dengan demam yang tidak terlampau tinggi dan nyeri ketika menelan, bakteri penyebab difteri menyusun lapisan yang menutupi jalan napas sehingga mengakibatkan penderitanya susah bernapas.

Lebih lanjut, bakteri penyebab difteri pun mengeluarkan racun (toksin) yang bisa menyerang sekian banyak organ tubuh. Sebagai akibatnya, terjadilah peradangan pada otot jantung (miokarditis), kelumpuhan saraf, gangguan otak, radang sendi, infeksi di tulang, gagal ginjal, dan kegagalan sirkulasi peredaran darah.

Difteri ialah penyakit yang paling mematikan. Kematian dampak terkena difteri dapat terjadi akibat sumbatan pada saluran napas yang mengakibatkan oksigen tidak dapat masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, peradangan otot jantung dampak racun difteri juga dapat menyebabkan kematian mendadak.

Tak hanya untuk penderita, orang lain yang berada disekitarnya juga dapat terkena akibat buruk difteri. Hal ini lantaran difteri ialah penyakit yang sangat gampang dan cepat menular. Anak-anak dan kaum lanjut usia merupakan kumpulan orang yang sangat rentan tertular difteri dan komplikasinya yang mematikan.

Apa Pentingnya Imunisasi Difteri?

Karena dapat memberikan gejala dan akibat yang sangat berbahaya, imunisasi difteri perlu dilakukan kepada seluruh anak. Apabila anak sakit, pikiran orang tua pasti akan kacau, produktivitas dapat menurun. Pekerjaan atau bisnis yang sedang dilakukan bakalan terganggu.

Adapun dalil medis kenapa orang tua mesti membawa anaknya guna mendapatkan imunisasi difteri, yaitu:

Imunisasi Difteri Melindungi Seseorang Dari Penyakit Difteri

Imunisasi difteri yang diberikan bareng dengan imunisasi tetanus dan pertusis (imunisasi DPT) mempunyai tingkat proteksi yang tinggi untuk melindungi seseorang dari penyakit difteri. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengakatakan bahwa tingkat proteksi vaksin difteri mencapai 97%.

Efek Samping Imunisasi Difteri Tidak Berbahaya

Sebagian orang tua takut untuk melakukan imunisasi DPT pada anak lantaran cemas akan efek sampingnya. Ya, vaksin DPT memang sering mengakibatkan efek samping berupa demam. Namun situasi tersebut hanya berlangsung selama 1 atau 2 hari, dan bakal membaik dengan obat penurun panas. Bukankah terjangkit difteri jauh lebih riskan dibanding merasakan efek samping imunisasi?

Imunisasi Difteri Halal, Tidak Berisi Enzim Babi

Dilansir dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada dasarnya hasil akhir produk vaksin tidak berisi bahan dari babi. Pada sejumlah jenis vaksin, enzim tripsin babi dibutuhkan dalam proses kimiawi dalam menciptakan vaksin. Namun selanjutnya, dilaksanakan proses pemurnian dan penyaringan dengan pengenceran milyaran kali sampai terbentuk produk imunisasi. Disebutkan oleh IDAI bahwa vaksin sudah dibersihkan dengan bahan kimiawi sampai-sampai hukumnya menjadi halal.

Jadi, supaya terlindung dari bahayanya difteri, pastikan bahwa anak Anda menerima imunisasi difteri secara lengkap. Jenis vaksin tersebut dilakukan pada umur 2, 3, dan 4 bulan, kemudian diulang lagi pada usia 18 bulan, 5 tahun, 10 tahun, dan 18 tahun. Mari lebih peduli dengan masa depan dengan memberikan imunisasi secara lengkap!

Peluang Usaha dan Berita Ekonomi Indonesia. Menyajikan informasi mengenai bisnis, ekonomi, inspirasi bisnis, manajemen, bisnis online, peluang usaha, dan tips wirausaha.